Sebuah perjalanan

Kalau dipikir-pikir hidup aku emang kebanyakan di jalan. Cocok banget tuh sama quote yang bilang “Life is Journey”. Dan setiap perjalanan itu pasti ngasih pengalaman-pengalaman tersendiri.

Awalnya gara-gara habis lulus smk, mau masuk kuliah malah malas-malasan, hasilnya baru 2 semester aku berhenti kuliah, dan tentu aja hal begini bikin ortu marah. Ya gitu deh biar namanya beasiswa tapi kalau hati menjalani cuman setengah-setengah malah ngga maksimal hasilnya. Ini big decision bagi aku. Begitu berhenti kuliah, tentunya banyak mikir mau ngapain, emang aku pengen lanjut sekolah lagi, tapi ngga mudah. Karena setelah itu aku dapat konsekuensi dari orang tua. Huhuhuhu sedih jadinya.

Ya, setelah itu aku harus cari biaya buat melanjutkan sekolah sendiri, untung aja aku ditawari kerjaan yang cukup menjanjikan untuk membiayai sekolah sendiri. Selama setahun belakangan aku berjuang buat bisa mewujudkan apa yang aku inginkan, jalannya ngga mulus. Itu namanya hidup, kalau ngga penuh perjuangan ngga ada tantangannya.

Pertama aku harus pindah kota, dan kota yang ngga pernah aku kunjungi, cukup jauh dari kota asal. Terus tantangan lainnya sebagai penyiar biasanya di radio mempunyai standar kata, jadi harus melenturkan lidah lagi untuk membiasakan menggunakan standar kata itu. Eh 2 bulan berjalan, aku di mutasi lagi, ke radio lainnya yang masih satu grup. Dan memulai semua dari awal, mulai membiasakan lidah lagi untuk mengucapkan kata-kata yang berbeda karena apabila salah bisa berakibat fatal.

Itu tuh kesulitannya, tapi dari situ aku malah belajar banyak hal yang belum aku dapatkan disini. Seperti talkshow dengan tema-tema yang berkaitan tentang keselamatan kerja, mengetahui dunia pertambangan, dan tinggal di hutan yang penuh dengan kejutan. Setahun aku menjalani semua itu, hingga di titik jenuh dimana aku berpikir, di usia yang masih 20 tahun ini, aku mau berkembang. Apabila aku kembali sekolah ada banyak hal yang aku dapatkan, tapi aku bosan tinggal di tanah kelahiranku, karena dengan begini-begini aja, aku ngga bakal bisa berkembang.

Aku mencoba untuk meneruskan sekolah lagi yang bisa mengembangkan diriku, apalagi di dunia broadcasting yang sudah aku anggap nyaman. Selama masa menunggu seperti sekarang dari pada nganggur aku masih tetap siaran di radio awal dimana pertama kali aku mengenal dunia radio, yah butuh penyesuaian lidah lagi. Semua hal itu harus dilakukan secara bertahap dan pengulangan. Sebuah bangunan ngga mungkin bisa dikerjakan dalam satu malam, hal ini yang perlu aku ingat, butuh perjuangan lagi untuk membangun sebuah gedung yang kokoh. Jadi jangan anggap enteng atau memandang sebelah mata kemampuan seseorang. 😉

Jadikan pengalaman seseorang sebagai bahan pertimbangan juga, bagaimana dia menjalani hidupnya, memang urusan dia sendiri. Paling ngga kita mengetahui kalau hidup itu rumit, banyak tantangan yang harus diselesaikan dengan jalan masing-masing orang, dengan cara yang mungkin saja hanya orang itu yang tau. Karena setiap orang itu berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s