Maneuver

Rasa cinta terhadap sang Rab kali ini benar-benar bisa aku rasakan, sepertinya ruh ku menyentuh dzat milik-Nya. Tiap mendengar nama-Nya disebut hatiku bergetar. Ya Allah, terimakasih kau telah membukakan mataku.

Jalan hidup memang tak pernah mulus, namun dalam perjalanan di panggung sandiwara ini aku baru menemukan sebuah tempat yang bisa menaungi hatiku yang gusar, luka memang belum tertutup sepenuhnya, apalagi aku tidak suka suatu hal yang menggantung, sampai kapanpun akan aku ingat, karena rasanya ada sesuatu yang mengganjal dalam hati, ibarat toilet mungkin sudah mampet dan tombol flush tidak akan mampu untuk membuang kotoran-kotoran itu.

Kenapa aku ini buta, buta karena cinta?? Ya ampun!!! Siapa sajakah disana mohon bantu bukakan hatiku ini, ingin rasanya aku berteriak seperti itu. Sampai akhirnya, aku benar-benar disuruh menutup segalanya, mataku, telingaku, bahkan mulutku. Aku ingin melupakan dan menghapus kegundahan dalam diriku. Karena aku yang salah. Yang seharusnya aku lakukan adalah berserah diri kepada Allah, dan melawan rasa emosi karena godaan setan ini.

Aku benar-benar merasa bersalah, masa karena satu orang aku sampai serapuh ini? Cinta memang berarti pengorbanan, jika tidak bisa berkorban apalah makna cinta sesungguhnya, aku sudah berkorban hingga sejauh ini. Masa aku ngga bisa berkorban untuk sesuatu yang sudah memelihara hidupku?? C’mon girl berubah!!! Cuman DIA yang bisa merubah segalanya dengan mudah. Bukan makhluk ciptaan-Nya itu.

Aku tersadar, cinta Allah begitu besar untukku, untuk saudara-saudara baruku disini, dengan menyerahkan diri sepenuhnya, aku yakin bisa merubah dan membuang semua rasa kecewa dan hal-hal buruk lainnya. Jangan salah, aku bukan orang suci, aku pernah melakukan banyak hal yang dilarang  juga. Tapi aku rasa sudah cukup, aku mau kembali ke jalan yang lurus, memang butuh waktu, aku pun tidak suka perubahan yang drastis, karena takut jatuh. Aku suka proses ini, aku sangat menikmati proses ini. Terima kasih ya Rabb, tolong bimbing terus hambamu ini kejalan yang benar.

Hiasi hati hamba dengan rasa cinta kepadaMu. Ya Rabb, apabila kau menginginkan hamba buta, mohon butakan hamba dari godaan-godaan setan, butakan hamba dari sifat iri, cemburu, dengki, dan perasaan dendam, tapi jangan butakan hamba lagi karena cinta. Karena hamba ingin mencintaiMu dengan segenap hati hamba. Ya Allah, titipkan sedikit rasa cintaMu kepada kaum Adam yang kelak menjadi pendamping hamba, hamba juga tidak ingin sendiri.

Ya… sekarang harus banyak bersabar dan bersabar, melawan godaan setan, dan juga jangan sampai terhasut karena bisikan setan-setan yang mudah menggoyahkan diriku. Hufft!!! Untuk manusia seperti aku, memang agak susah, but let’s try and you’ll know.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s