E.NO.UGH!!!

Dalam hidup apalagi kehidupan pribadi biasa setiap individu punya peraturan yang diciptakan untuk dirinya sendiri. Ibarat kata #MyLifeMyRules.

Sama seperti halnya aku, yang aku butuhkan saat ini adalah “Police Lines” yang gunanya memberi batasan sejauh mana seseorang atau kelompok yang ingin ikut campur di kehidupanku. Sejak 2007 lalu, aku sudah mencoba tinggal seatap dengan banyak orang dalam satu rumah, terlepas dari bimbingan orang tua, dari situ dapat belajar banyak tentang karakter orang yang berbeda jenisnya. Ketika aku ingat kejadian itu beberapa hari lalu yang terlintas dalam benakku adalah

Bestfriend is a person who can makes you know about your weakness and give the best solution for your own life not regulate your whole life.

Ya, karena apa? karena orang yang biasa kita sebut sahabat adalah orang yang dekat dengan kita, ngga bisa dipungkiri, terkadang tinggal serumah dengan sahabat kita bebas membeberkan semua tentang kehidupan kita dari A-Z. Tapi dari semua itu hanya sebatas hubungan antar manusia yang selalu hidup berdampingan yang tak ada ikatan darah sama sekali. Masukan-masukan dari sahabat memang berarti untuk jalan kehidupan kita, tapi sahabat juga ngga berhak mengatur your whole life.

Ok. Maksud dari tulisan ini adalah, sahabat memang memberikan banyak kontribusi dalam kehidupan kita, terlebih untuk kita-kita yang tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Namun kita harusnya memiliki batasan-batasan khusus yang kita buat untuk menjaga privasi kita juga. Not too much open, actually for one problem. Yaitu masalah hati, masalah hati adalah masalah yang sangat sensitive bagi hampir semua kaum hawa termasuk saya yang menulis. Saya saat ini memang memutuskan untuk tidak ingin dekat dengan laki-laki, namun dalam perjalanan pasti dong ada kejadian yang ngga disadari dan malah memutuskan kita mengenal seseorang lebih dekat? Apalagi sampai perhatian yang ‘agak’ lebih. Di samping aku sebagai perempuan yang hijrah dan sedikit kurang perhatian (ehem ngaku juga). Ya secara kalau sang ‘tamu’ datang dengan kebaikan yang ditawarkan aku ngga nolak.

Nah jika seorang teman yang memiliki rencana menjodohkan, berarti pilihannya ok dong, karena kita tau seleranya. Namun setelah berkenalan pasti semua ada tahapan-tahapan yang harus dilewati sebelum melangkah lebih jauh, kesan pertama ketika kita ingin berkenalan dengan seseorang adalah membentuk citra diri kita bagus dihadapannya, lebih-lebih ini berkenalan dengan lawan jenis. Why not?? Akhirnya timbullah rasa dimana ingin memberikan perhatian lebih, sejauh saya berkenalan dengan pria ini saya ngga pernah berprasangka buruk terhadap si pria. Karena setiap orang punya alasan kenapa dulu dia seperti itu dan kenapa dia begitu, ngga bisa dong kita straight to the point buat bilang dia jodohku or bla bla bla.

Then….

Setelah dekat, bagaimana ketika dalam perjalanan kamu sebagai perempuan dalam case ini dipaksa untuk menjauhi cowok yang baru aja dia jajaki kehidupannya untuk berkenalan pria lain yang misinya cuman maksa kamu buat cepet-cepet punya pacar?? Dan menjauhkan dengan pria pertama??

Setiap orang punya alasan, tapi bagiku siapapun itu kecuali Tuhan, ngga ada yang bisa ngatur kehidupanku untuk berbuat ini-itu (dalam case tertentu) apalagi masalah seperti ini, karena aku beranggapan, “emang gue ngga bisa cari cowok sendiri apa ya?”

Aku ngga bego dan saat ini aku akan kritis untuk mencari si Mr. Right-ku sendiri.

Aku bukan barang obralan. Aku masih punya rules atas kehidupanku sendiri, terutama mencari pasangan. So buat siapa aja yang berminat menjodohkan aku sama laki-laki aku hargai usaha kalian, tapi tolong jangan campuri detail kehidupanku yang aku rasa aku bisa handle, kecuali kalau orang itu sudah berkeluarga, berpengalaman, dan lebih mengerti kehidupan. Karena hidupku sendiri sudah complicated jangan bikin makin rempong dong booo!! Aku ngga mau punya pacar bukan berarti pengen cepet nikah, aku dekat sama cowok bukan berarti aku akan menikahi cowok itu. Aku begini karena aku ngga mau diusik secara detail. Setiap orang pasti akan menemukan jodohnya sendiri kelak, lagian aku masih muda, masih banyak pencapaian-pencapaian yang harus aku kejar. Yah, ngurusin hal begini kadang bikin buyar konsentrasi, namun memang ada niat baik beranjak dari sini, cuman timing dan keadaannya kurang tepat. Terimakasih.

That’s all!!!

 

 

Santai aja sih.

 

cioccolato

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s