Kotak Otak

Hari ini gue dapat pelajaran berharga dari temen gue, dari ngobrol dan makan malam bersama dua orang sohib gue, Ridwan dan Arif. Kita mengobrol biasalah anak muda yang pengen menata masa depannya, dan ternyata yang paling bermasalah adalah gue.

Banyak masukan dari mereka berdua seputar impian seorang perempuan, dan ternyata gue punya ketakutan besar dengan masalah limit umur, yang sangat gue takutkan adalah ketika gue mencapai limit umur itu alias gue harus meninggalkan atribut sebagai perempuan single, gue merasa terbatas. Nah kata mereka itu gue terjebak sama kotak yang ada di pemikiran gue sendiri. Yups karena gue bingung dan rada merasa gimana gitu ketika gue menginjak limit, sementara gue belum mendapatkan apa yang gue cari, jujur saat ini gue masih dalam tahap pencarian, passion gue udah dapat tapi tetep aja ada rintangan gede di depan gue yang harus gue dobrak. Terutama dari orang tua gue, gue ingin sekali berkembang dan belajar banyak hal. Karena gue suka mempelajari hal-hal baru juga. Tapi gue harus keluar dari lingkaran lingkungan lama gue, dan mencarinya, dalam perjalanan sampe detik ini, banyak sudah yang gue pelajari dari passion gue.

Gue tau untuk fokus dalam mendalami suatu hal memang akan membuahkan hasil, tapi apabila gue ngga bisa mendapatkan sesuatu yang bisa gue hasilkan dari passion, lebih baik gue banting stir dan menjadikan passion gue itu hanya sekedar hobi, ya memang realitas harus sebanding dengan impian, dan semua harus REAL!!! Gue butuh modal dan pengalaman kuat untuk membentuk passion gue jadi nyata, dan itu butuh dunia REAL. OK maybe this time I can realize that but I’ve preparation to do that on next time. Karena gue bener-bener kepentok sama restu dari orang tua gue.

Sebenarnya menjadi anak bungsu tidaklah mudah apalagi yang berusaha mandiri seperti gue, tetep aja gue dianggap baby bagi mereka. Ya mau gimana lagi gue berasal dari keluarga kecil. Tapi gue harap gue bisa membuktikan sesuatu yang bisa membuat nyokap gue bangga sama gue dan ngga memandang gue sebelah mata lagi. That’s all what I need, that’s my dream. Dan gue rasa gue belum mewujudkan hal itu. Gue setiap harinya selalu berpikir keras, apa ya yang bisa gue lakuin buat nyokap gue??? Terlalu sering kayenya gue bikin beliau kecewa. Gue pengen banget nebus semua ini, tapi kayenya usaha yang gue lakuin untuk itu belum ada apa-apanya. Apa itu cuman kotak yang diciptakan dari otak gue?? Karena sering kali kalau lagi down gue merasa pesimis banget jadi orang.

Gue juga typical orang yang paranoid, too much doubt, banyak banget kekhawatiran-khawatiran dalam diri gue, dan gimana cara membuka kotak itu? Gue ngga mau kotak pemikiran itu sampe terbungkus rapat dan akhirnya malah menjadi bom waktu yang siap meledak dan apa yang tersimpan di dalamnya terlontar keluar dan berwujud menjadi nyata. Gue harus mengeluarkan isi negatif dari kotak-kotak yang ada di otak gue. Gue pengen mencoba hidup normal suatu saat, hidup yang sesuai dengan kemauan dari nyokap gue kalau itu bisa membuatnya tenang. Karena restu seorang ibu juga salah satu penunjang dari kesuksesan anak.

Tapi dunia gue sangat luas untuk dideskripsikan, sedangkan gue akan merasa sempit dalam kehidupan normal yang didambakan oleh nyokap gue. Semoga dengan luasnya dunia gue, gue bisa dapat ide untuk mengembangkannya di kehidupan normal menurut text book nyokap gue. Gue takut terlambat, gue takut ngga bisa buat nyokap gue bangga, gue takut ngga bisa ngebalas jasa nyokap selama ini. Ma….aku kangen, please don’t cry anymore, I’ll be there soon, and hug you tight.

 

with love

 

cioccolato

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s