Kebutuhan VS Prioritas

Dalam hidup ada satu fase dimana kita dihadapkan sebuah pilihan yang mana yang lebih penting, dan kalau dipikir-pikir seumuran saya ini, adalah umur dimana seseorang yang masih mencari arah dan meraba-raba. Menuju tahapan menjadi dewasa. Namun banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan.

Pertama tentang dimana kita harus membedakan mana kebutuhan dan mana yang harus diprioritaskan, seperti contohnya tubuh saya membutuhkan olahraga dan hobi saya parkour. Jadi setiap minggu saya pergi ke tempat latihan namun terkadang, semua memiliki kendala, dimana saat itu kita harus mengutamakan prioritas. Sama yang seperti gue lakuin sekarang. Gue bukan niat mau KABUR atau MELARIKAN DIRI. Di sini gue mendapati keluarga gue tertimpa musibah. Nyokap baru aja mengalami kecelakaan dan gue sebagai anak yang sudah setahun tidak berjumpa ingin sekali melihat keadaan beliau, lebih-lebih beliau, nyokap gue, actually nyokap typical ibu yang ngga bisa jauh-jauh dari anaknya, namun gue nya aja yang bandel.

Akhirnya di titik klimaks ini, saya mohon maaf sekali harus meninggalkan Jakarta, yang dimana saya sebenarnya bisa mengejar karir saya dibidang yang saya sukai disini. Namun karena satu dan lain hal dan karena gue sebagai orang terlalu lemah, makanya gue sedikit suka merasa lebih mengasihani orang lain ketimbang keluarga sendiri. Oke gue merasa beruntung memiliki sahabat-sahabat baik di sini yang sudah menjaga gue dan segala keperluan gue, namun jujur. Di seberang sana ada seorang perempuan yang berstatus melahirkan dan membesarkan saya menunggu anaknya untuk kembali.

Bukan maksud gue egois meminta “hak” gue yang kemaren-kemaren, oke menurut gue lupain semua itu, dan nyokap hanya meminta bayaran melihat keadaan anak perempuan keduanya pulang. That’s all!!!!! Gue masalah materi gue ngga pernah jadiin masalah, dan nyokap gue juga selalu bilang gitu, jangan permasalahkan. Berpikirlah secara realistis. Itu pesan nyokap. Kalau hasilnya pahit ya sudah hadapi saja, maklum saya suku jawa jadi bawaannya nrimo terus. Ya mau diinjek-injek, mau dijelek-jelekan nama saya, atau sekalipun dihina-hina ya wis trimo ae nduuuk!!! Seng mestine berubah ya kita sendiri. Intropeksi lagi, apakah kita pernah menyakiti hati seseorang atau tidak??? Toh sekali lagi dalam hidup TIDAK SEMUA ORANG MENYUKAI kita. Hidup banyak sisi.

Selain saya diajarkan tentang adat ketimuran, saya lebih menyukai pemikiran “What Other People Think of You is None of Your Business” Jadi orang mau menilai saya jelek, orang mau menilai saya tidak setia, orang yang mau menilai saya tidak bertanggung jawab. Silakan aja, toh saya selalu berusaha mempertanggung jawabkan apa yang telah saya lakukan. Jika saya mampu saya akan katakan mampu, jika saya mengingkari, saya akan tetap mencoba menghadapi dan tidak menyalahkan orang lain. Apalagi untuk hal yang sepele. Apapun saya akan lakukan jika memang itu memenuhi skala prioritas kamus hidup saya. Dan sekarang ada seorang ibu yang ingin sekali bertemu anaknya, masa saya sebagai anak tidak memenuhi keinginan beliau?? Masa untuk pacar saya bisa, dan dengan ibu saya sendiri tidak???? Apakah saya melakukan hal yang salah?? Apakah saya tipe anak durhaka???

Tuhan, saya ngga mau membuat beliau kecewa, walau berkali-kali saya sudah melukai hatinya. Tuhan, saya cuman ingin melihat ibu sembuh lagi. Dan memudahkan memberikan saya ridha untuk mengejar impian saya. Itu Tuhan yang saya inginkan. 😦

Setiap orang punya kadar prioritasnya sendiri, saya cuman anak yang berusia 21 tahun, yang selalu mencoba berusaha mandiri dan dibalik semua itu ada orang tua yang masih belum merelakan ditinggal anaknya untuk mencari hidup sendiri. Saya gagal lagi Tuhan, malu sekali rasanya. Tolong beri kesempatan kembali untuk memperbaiki semua ini dan membuat mereka bangga kepada saya. Saya cuman ingin menjadi seorang anak yang bisa jadi kebanggan orangtuanya. 😦

Dear my mom, I am so sorry. Aku gagal lagi, tapi tidak terlambat untuk memelukmu kembali. I’m home mom!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s