Re-post : Cinta Platonik

Re-post dari blog saya yang dulu:

Biasanya ngga bisa kita hindari yang namanya persahabatan (antara cowok dan cewek) bisa berubah jadi perasaan cinta. Wah kebayang ngga sih, gimana rasanya. Nah ini biasanya disebut cinta pertemanan. Cinta ini terdiri dari dua komponen keintiman, diantara individu yang mengalami cinta seperti ini biasanya hanya terjadi di hubungan pertemanan. Kedua pihak bisa merasakan adanya kedekatan yang hangat, tapi tidak disertai emosi yang mendalami maupun memilih untuk berkomitmen, dan tidak memikirkan status hubungan mereka. Dalam cinta pertemanan ini tidak ada keterikatan yang memaksa masing-masing pihak selalu bersama-sama. Dan mengapa mereka tidak memutuskan untuk melanjutkan status dari teman menjadi pacar? Itu juga dikarenakan ketakutan kehilangan sosok seorang sahabat apabila kelak mereka berpisah. Dan juga biasanya faktor jarak, dan ngga siap untuk berlanjut ke jenjang selanjutnya atau memang bukan pilihan yang tepat untuk bersama.

Yah terkadang sosok seorang sahabat itu lebih nyaman dibandingkan harus menjadi seorang kekasih. Dan teman saya pun pernah berkata lebih memilih sahabat ketimbang pacarnya. Tapi ada juga sih yang akhirnya memilih untuk menjalin komitmen, yah biasanya kan kalau dimulai dari pertemanan udah tahu luar-dalam diri kita. Nah untuk menyikapinya kita bercermin kembali, apakah sinyal yang diberikan itu mengajak kita untuk ke jenjang hubungan atau hanya tetap sebatas persahabatan, karena walaupun perhatian yang diberikan lebih itu belum tentu benar-benar cinta. Yah kali aja dia emang lagi demen ngasih perhatian ke orang terdekatnya. Nah biasanya nih buat cewek-cewek, kita biasanya gampang banget terjerat oleh perhatian dari orang yang dekat dengan kita, jangan ge-er dulu. Perhatikan juga lah gelagatnya, jangan keburu menarik kesimpulan dari hal yang belum pasti, kalau kita jujur lebih baik lagi, asalkan jangan sampai melukai hati seorang sahabat yang sudah tulus menyayangi kita.
Hubungan Platonik
Ya, mengembangkan tema yang di atas ni teman… biasa hubungan pertemanan yang beranjak menjadi perasaan saling mengagumi itu biasa disebut hubungan platonik, nah gambarannya adalah seperti tulisan di atas. Well ada kiat-kiat nih cara menjaga perasaan kita terhadap sahabat, yang masih bisa dibilang agak ragu dalam menentukan sikap, atau mau diapain sih hubungan ini selanjutnya?? Okay yuuk kita bahas satu-satu. Nah cuman ngingatkan doang nih, yang namanya hubungan jenis ini emang terjadi ketertarikan antar lawan atau bisa dibilang hubungan relasi yang sangat afektif. Asalnya nama hubungan ini juga terinspirasi oleh seorang filsuf Yunani kuno, yang ngga lain ngga bukan Plato dong, secara gitu yah namanya aja Platonik. Istilah amor platonicus udah dipakai sejak abad ke 15 dalam sebuah karyanya. Nah buat kita yang ngga mau terjebak berikut ada beberapa langkahnya.

1. menentukan perasaan pada sahabat

Ya sebelum melangkah jauh, tentukan dulu perasaan kita sama sang sahabat, apa kita benar-benar percaya dengan sosok sahabat kita untuk menjalani hubungan yang lebih dari sekedar persahabatan?? jujur deh ama diri kita sendiri, dan banyak lah bertanya dan mencari kesiapan diri sebelum semua terlanjur dan pada akhirnya menyesal. Dan jangan lupa kasih alasan yang masuk akal juga, pikir-pikir deh sebelum melangkah.

2. meluruskan niat

Awalnya sih pengen tetap dijalur persahabatan, eh kesini malah berubah.. whooaa.. kalau begini kita harus tentukan sikap dan niat yang bener, kunci dari persahabatan sendiri adalah kepercayaan, sama halnya cinta juga butuh kepercayaan, namun kalau memang sayang sama sahabat kamu, jangan sampe mengkhianati dirinya.

3. zona bebas cemburu

Hati-hati!!! kalau kamu ngerasa timbul rasa ini, wah wah apalagi si dia lagi ngedekati gebetan baru, hmmm… atau kali aja mulai berdansa resah ketika sang sahabat platonik menemukan cinta baru. Karena hal itu membuktikan, kalau kamu benar-benar JATUH CINTA. Jangan beri ijin rasa cemburu itu menguasai hati dan pikiran kita, toh pada dasarnya kita sendiri masih bebas pergi dengan siapa aja. Nah loh kalau yang cembokur malah sobat kita? Ambil aja sikap tegas dan ingatkan kalau hubungan antara kita dan dia cuman sebatas teman, belum ada keterikatan atau status ”pasti”.

4. awas kesetrum!

Aturan fisik emang harus benar-benar ditegaskan, karena hal ini juga yang akan menimbulkan rasa-rasa itu muncul, maklum kadang kalau terjadi kontak fisik suka ada arus listrik yang ngikut dan membangkitkan hormon pas lagi tidur, so hindari kontak fisik yang mengarah ke hal yang romantis.

5. kapan harus berhenti

Well ini dia tahap akhir dari pencarian rasa kita terhadap sang sahabat, kalau emang perasaannya udah bener-bener ngga normal atau lepas kendali. Dan selalu terbayang-bayang, wah berarti kamu emang benar-benar falling in love banget, hmm.. sometimes love someone makes us sick! Apalagi ama sahabat nih, nah buat kamu yang pada akhirnya ngga mau memutuskan untuk berhubungan secara lebih atau berkomitmen dengan sahabat, ada baiknya untuk menjaga jarak, atau memperlakukannya cuman sekedar sahabat aja ngga lebih, contohnya aja memberi kado sewajarnya aja sewaktu sahabat ultah. And not too much. Karena perubahan hubungan dari persahabatan menjadi cinta dapat menimbulkan konflik dan juga kejutan. Dan apapun itu hasilnya kelak, kita harus siap mengambil resiko yang akan terjadi.

Advertisements

2 thoughts on “Re-post : Cinta Platonik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s