Page 56 of 366 : Next stop

Life is a journey, that’s right. Emang ngga ada habisnya perjalanan hidup ini. Seminggu lalu baru saja saya merasakan liburan dan berada di kota Jogjakarta dan  berkunjung ke beberapa tempat lainnya, sekarang saya sudah berada di Sangatta, dimana beberapa waktu lalu saya berada di Samarinda sehari untuk unpacking barang-barang abis liburan, belum genap 24 jam berada di rumah sudah berangkat lagi ke Tenggarong untuk packing barang lagi. Sampai akhirnya semalam tibalah saya di Sangatta lagi. Berada di sini, seperti mengenang beberapa tahun lalu, tepatnya 2 tahun lalu. Datang kemari untuk mencari nafkah, di tempat yang sama, atmosfirnya masih sama, baunya masih sama, dan menempati kamar yang sama saat itu. Lucu rasanya, kalau ingat jaman dulu. Ah sudahlah terlalu banyak kenangan, toh harusnya saya harus tetap menjalani hidup. Kadang saya berpikir, lelah juga bekerja seperti ini, keseharian saya banyak di jalanan, sudah hampir 4 tahun bekerja kesana-kemari, tapi saya malah bersyukur, makin banyak tempat yang saya kunjungi, dan makin banyak pula pengalaman yang saya dapatkan. Ini sebenarnya juga berpengaruh dengan urusan hati saya, entah mengapa saya merasa saya belum pantas menjalani sebuah hubungan dengan seseorang, lagi-lagi kadang ini membuat saya berpikir keras, apa mungkin karena saya tidak akan punya waktu untuk itu? Atau memang saya ngga pantas untuk orang itu?? Banyak sekali teman yang bilang untuk “take your time for that” haduh kalau inget kata-kata itu bikin saya desperate. Pengen sih ada yang merhatiin dan lain-lainnya, seperti perempuan kebanyakan, tapi ya itu, apakah dia sanggup dengan saya, dan melihat keadaan saya saat ini, aduh tak menentu juga, kadang saya berada di kota ini, besok terbangun di kota lain, entah besok atau lusa atau tahun depan saya juga pindah-pindah. Saya memang tidak ada waktu untuk itu, untuk LDR, berkali-kali saya menjalaninya tapi memang gagal terus *sigh*. Lelah hati saya kalau tidak menentu seperti itu, kalau memang bisa menjaga hubungan sih saya akan ikuti saja alurnya bagaimana.  Tetapi kalau hanya sekedar permainan saja, lebih baik saya fokus sama kerjaan saja lah, menghasilkan.

Boro-boro punya pasangan yah, menjaga komunikasi sama teman saja saya susah karena kesibukan, untung saja saya masih punya waktu untuk itu. Ah, indeed I am not expert in relationship, yeah pretty bad luck I think. Yep sudahlah mending saya menuruti kaki ini dulu kemana mau melangkah, jika nanti merasa sudah 100% siap untuk “mencari” saya bakal fokus. Paling ngga saat ini saya mau jadi perempuan mandiri dulu, biar kalau sudah “ada” saya juga ngga mau kecanduan ataupun tergantung sama pasangan. Karena itu pengaruh buruk menurut saya. Kalau kita bisa melakukan semua sendiri itu bakalan timbul perasaan bahagia. Dibikin simpel aja deh, and I hope next stop gonna be better place. And I can found my happiness, I mean in competely. Maybe not in this place, remember, earth is huge place. So I must sail away and find another shore to sail. Young and free, enjoy it.

Keep goin’ catch your wave~

cioccolato

Advertisements

4 thoughts on “Page 56 of 366 : Next stop

  1. Beruntunglah kau gadis muda 😀 punya perjalanan hidup yg luar biasa & gak semua gadis muda bisa merasakan nikmatnya hidup seperti cerita diatas. Hidup bebas, menikmati kesendirian & gak bergantung diri pada orang lain, tapi yang jelas gadis muda tetaplah melangkah mengikuti arah kakimu hingga kau temukan “Pencarianmu” selama ini, Semoga Allah melindungimu & Cinta Rasulallah bersamamu….Aminnn ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s