Buku itu bilang, mati itu koma bukan titik

Membaca kalimat seperti itu, refleks tanganku meraih highlighter yang sengaja aku bawa di dalam tas selempang kulit mungilku yang menemaniku saat berpergian, lalu aku tandai kalimat tersebut yang tertera dalam buku yang berjudul “Perempuan Pencari Tuhan” yang dikarang oleh Rindu, buku ini benar-benar bisa membuat kita menyadari, menyadari kalau kehidupan di dunia ini hanyalah titipan belaka, sebuah pemberhentian sejenak. Yap, benar-benar membuka mataku, kata per kata, kalimat per kalimat yang dirangkai seorang Rindu Ade memang bisa dibilang berbahasa sederhana, lugas namun tegas, karena secara terang-terang akan membuat kita mengangguk-anggukan kepala apabila benar-benar merenungi rangkaian cerita yang disuguhkan dalam buku yang berisi 204 halaman.Penulis mengajak kita untuk kembali mengenal Sang Pencipta, yang terkadang kita lupakan karena silau dunia, misalnya saja kita merasa dunia kita runtuh ketika seseorang yang kita cintai meninggalkan kita, kita kurang bersyukur atas kehidupan yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Penulis juga menceritakan pengalaman-pengalaman beserta nasehat dari guru mengajinya. Di buku ini ada part yang saya sukai yaitu Hati-hati dengan Hati, yap diceritakan dengan analogi yang menarik.

 Buku ini memberikan kekuatan tersendiri, mungkin similar like La Tahzan series, tapi buku ini mengajak kita untuk “jatuh cinta”, dan melihat besarnya cinta Tuhan yang selama ini diberikan kepada UmatNya, cocok saya baca disaat seperti ini, karena saya sedang mengalami fase “ketakutan”. Ketakutan untuk menyukai makhluk Tuhan melebihi Tuhan itu sendiri. Buku ini totally help me so much, dan waktu membaca buku ini benar-benar pas. Hehehe… Dengan buku ini, saya disadarkan, adanya cinta yang sangat besar dan tidak semu, ya cinta Allah. Setiap ujian itu juga merupakan bahasa cinta dari Allah kepada umatNya, tentu saja karena ada hikmah dari ujian itu sendiri. Ada sebuah kalimat yang saya rasa powerfull dalam buku ini yang berbunyi “Ketika kita mencintai Yang Maha Memiliki segalanya, Sang Pencipta, maka mencintai makhluk tak terlalu memesona lagi, tak memabukkan lagi.” 

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa waa ni’man nashiir. Cukuplah Allah sebagai Penolong kita. Allah-lah sebaik-baiknya Pelindung. Yap, hanya kepada Allah kita meminta pertolongan di dalam keadaan apapun, karena kalau kita kembalikan semuanya kepada Allah, kita akan sadar kembali sebenarnya dibalik ujian, misalnya kita kehilangan seseorang yang menurut kita adalah orang yang terbaik, dan atau kita tidak bisa mendapatkan seseorang itu jawabannya hanyalah kesabaran, karena dengan kesabaran, Allah akan memberikan pengganti yang benar-benar terbaik, dan itu adalah janji Allah. Karena Allah Sang Pemberi cinta dan Allah juga Sang Pengambil cinta. Nah seperti dalam QS Al Baqarah : 216 yang artinya, “…Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui sedang kalian tidak mengetahui.” Sebuah hikmah yang bisa kita petik dari sesuatu yang seharusnya tak perlu kita tangisi saat kita tak dapat memiliki.

Life must goes on. Itulah sebab, kenapa kita harus mencintai Allah, dan buku ini benar-benar membuat saya ingin merasakan “jatuh cinta” lagi dengan Sang Pemilik Kehidupan. Karena kita ngga tahu kapan kita bisa diambil kembali kepadaNya. No choice No consequence, tidak ada pilihan tidak ada konsekuensi, namun hidup ini banyak pilihan sob, beragam, dan ada konsekuensinya, namun kita tidak perlu takut gagal. Ya kira-kira yang mau disampaikan seperti itu, jangan sampai terkungkung sama kejadian-kejadian yang sudah masuk ke dalam storage. Cepat bangkit, bangun mimpi baru. Jangan takut bermimpi. Dan tetap ingat kembalikan semuanya kepada Allah, agar nanti tidak menjadi galau. Hehehehe… Thanks a lot for the author, cause this book really makes me strong enough to face my choice right now.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s