Mlaku-mlaku : Rush Hours dari Samarinda Nyampe Semarang

Hari Kamis, minggu lalu, tepat giliran saya liburan. Akhirnya bisa bernafas bebas, etapi ngga juga soalnya begitu packing baju-baju yang mau dibawa ke rumah, tiba-tiba temen sekerja saya langsung nodong, “Cuy, lo diminta ngeMC hari Minggu cuy,” Oh bahiklah.. akhirnya saya terima juga tawaran itu, tapi dengan konsekuensi hari Sabtu harus balik lagi ke mess. Ya mau ngga mau acaranya Minggu pagi dan transportnya cuman dari mess doang. Yak, selamat liburan untuk saya. Lalu setelah Sabtu, tadinya sih hari udah janjian bakal ketemu ama si brondong mau ketemuan sebelum doi kena wamil, biar berasa kaye pemuda Korea katanya, hahaha si Denny, nah siang saya ngga ngabarin dia, ternyata Sabtu pun doi juga sibuk di kantor, so keputusannya kita ketemu di hari Senin.Well, journey begin, Sabtu, kembali lagi ke kantor, nyelesaiin beberapa tugas lagi yang sebenarnya udah nyaris selesai, ngga apalah, paling ngga, ngga siaran ini, yap udah tengah malam dan kerjaan saya selesai, segera tidur, paginya jam 6, jemputan saya datang, nah yang saya kurang suka acara di Indonesia *emang lo tinggal dimana* itu jam karetnya. Seharusnya kita di tempat acara jam setengah 8 dan semua sudah settled, eh ini malah sibuk sendiri di kantor dan belum ada persiapan apa-apa, nyebelin deh nunggu, mana kitanya udah in-time. But akhirnya acara juga berjalan lancar walau ada beberapa kekurangan dari pihak penyelenggara. Ya catatan besar sih ini, kalau kita menyiapkan acara seharusnya lebih matang lagi, dan semuanya harus dari pagi-pagi kalau bisa sehari sebelumnya udah beres semua persiapan, itu dia kenapa ada gladi resik atau rehearsal biar makin mantab pas hari H. Tapi inti dari acara alhamdulillah bisa tersampaikan dengan baik. Fuuh!!!

Oke, semua berjalan lancar, malamnya langsung beristirahat di mess lagi, yap beberapa hari ini hidup saya kebanyakan di jalannya tepatnya hidup di bus. LOL. Senin pagi, saya kembali ke Samarinda, naik bus lagi, terus jam 2 siang saya ada agenda cukup besar, yaitu meeting bersama PUSDIMA. Alhamdulillah ada tawaran kerjasama antara ITJ Samarinda dan PUSDIMA untuk membuat kajian bulan November nanti, tepatnya di saat perayaan Muharram alias Tahun Baru Islam. Cuman yang jadi sedikit kendala adalah, ikhwan di sini agaknya kurang yakin dengan pembicara yang diajukan oleh para akhwat. Akhwatnya sendiri sangat antusias untuk mengundang kang Hafidz untuk menjadi narasumber dalam kajian tersebut. Saya bertugas seperti broker, yaitu penghubung, lalu akhirnya saya bertemu dengan team PUSDIMA, tepat pukul 2 kami pun sudah berkumpul di Sekretariatannya, lalu dipisahkan oleh hijab, kami memulai pertemuan siang itu. Sebelum pertemuan saya sudah mempersiapkan apa saja yang harus saya sampaikan kepada teman-teman PUSDIMA, seperti apa itu ITJ, gerakan macam apa, lalu sumbernya darimana, dan lain sebagainya. Alhamdulillah saya diberikan kemudahan dalam menceritakan semuanya kepada teman-teman, saya sampai terkejut ketika saya mengakhiri sebuah presentasi dari ruangan yang berbatas hijab itu seorang ikhwan menggaungkan takbir, dan itu tandanya setuju. Alhamdulillah. Rencana untuk membuat kajian telah disetujui, dan ikhwan pun sudah tidak ragu lagi. Tinggal menyusun langkah selanjutnya saja. Dan meeting tentunya.

Lalu malamnya, saya bertemu dengan Denny, di sebuah warung makan, Bakmi Raos yang berada di jalan Pramuka di depan lapangan bola, kenapa saya nulis alamatnya komplit, soalnya tempat ini rekomen banget buat yang demen Chinese Food, harganya cukup murah dan yang paling penting adalah PORSInya cuy!! PORSI kuli kalau kata si Denny, kita ngobrol seputar hidup, dan berujung pada games, oke ketemu Denny pun sudah, sekarang doi lagi Wajib Militer, semangat ya dek!!! Selasa siang saya kembali lagi ke mess, istirahat. Pukul 12 malam pas, saya pergi ke Balikpapan karena harus terbang ke Jogjakarta untuk BERLIBUR, akhirnya!!!! Pengalaman kocak selama perjalanan dari Balikpapan nyampe ke Bandara adalah. Di waktu yang singkat, waktu itu hampir jam 5 pagi, saya pesawat jam 6, seorang Bapak komplain kepada petugas Shuttle Bus yang harusnya ngantarin kita ke Bandara, emang sih jaraknya deket dari Bandara. Untung saja Bapak itu komplain karena ngga mau diantar jam 5.30 ke Bandara, dan tak lama setelah komplain driver shuttle tiba dan langsung mengantarkan kita yang boarding pagi-pagi buta ke Bandara, setelah nyampe bandara saya pun langsung check-in. Tapi ngga liat itu pesawat yang saya tumpangi take off jam berapa karena saya langsung ngibrit ke musholla, setelah kelar sholat sekita 5.15 barulah saya baca tiket saya, daaaaaan ternyata pesawat saya take off jam 5.30 dipercepat 30 menit dari jadwal keberangkatan awal. THANKS GOD!!!! Ya Allah, ternyata Bapak itu benar, untung saja komplain. Kalau nggak, ya salaam, batal deh liburan.

Yap, nyampelah saya di Jogja, menunggu Novi, kawan saya tiba untuk menjemput. Ta-da dan akhirnya ketemu juga sama Novi, kita pun bernostalgila dan saya *yang masih bertugas sebagai kurir eh mmmmh maksudnya media penghubung* menyampaikan amanat penting dari seorang pria kepada Novi, hihihi… alhamdulillah. Lalu sarapanlah kita di Bubur Ayam Syarifah yang berada di daerah Sagan, bareng si Reza juga dan kawan dari ITJ Jogja, Mas Aspian. Lalu wara-wiri ke Taman Pintar sampai menunggu yang jemput ke Semarang datang, dan akhirnya saya baru dijemput jam 12 siang, gila panas banget, dan waktu itu sudah sedikit ngambek sih, soalnya bolak-balik ditelpon kagak ada jawaban pasti, hehehe maklum capek, lalu setelah sholat dzuhur di Maskam UGM, perjalanan dilanjutkan, keliling Jogja, karena doi ada yang mau dicari, berkelilinglah dari satu mall ke mall lain, dari Malioboro Mall terus ke Malioboronya, barang yang dicari belum ketemu, berlanjut ke Ambarukmo Plaza, hasilnya nihil dan lanjut ke Galeria mall, alhamdulillah tempat terakhir dan barangnya sudah ketemu. Eh ternyata kirain udah bener-bener ketemu, masih ada lagi yang belum dapat. Bah! Jadi kita keliling toko sport dan martial arts, fuh ketemu juga saya nunggunya sampai ketiduran di motor dong. Dan kelar maghrib berburu makan malam, lagi-lagi Chinese Food karena saya penggila makanan China, dari Puyung Hai sampai Bihun pokoknya berdua makan 3 porsi, dan perjalanan kami lanjutkan ke Semarang naik motor. Sampai di Semarang dengan segala macam perjuangan hari ini jam 12.30 sampai juga, saya langsung dicarikan penginapan. Dan setelah doi balik, saya mandi, sebelumnya melihat rupa saya hari ini ngga karuan. Dan malam itu ditutup dengan muka cemong item karena asap kendaraan, saya pun tertawa. Hahaha… udah ntar jalan-jalan di Semarang di post selanjutnya. šŸ˜‰

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s