Mlaku-mlaku : Seru-seruan (lagi) di Semarang

Nah si Mas yang ceritanya mau garap tugas presentasi kerjaannya, malah tertidur, capek sekali dia keliatannya, ya saya pun memilih menjaga dia dan main games Sims City, hehehe sebenarnya sih suka juga main games, tapi kalau kelewatan ya ngga bagus juga. Dan pukul 5:30 saya membangunkan dia, lalu kami mencari tempat untuk sholat maghrib, ternyata Mas Azam mengajak saya ke Masjid Agung Jawa Tengah, yang itu tuh buat shooting film Cinta Suci Zahrana, kita pun melaksanakan sholat maghrib di sana, walaupun ngga keburu mau ngejar jamaahnya. Sewaktu kami ke sana langit sudah gelap, tapi ternyata masih pukul 6, ya mungkin karena perbedaan waktu, tapi perasaan gelap deh jam 6 sore di sana. Saya kagum melihat keindahan pelataran Masjid Agung ini, subhanallah indah sekali. Luasnya memang kurang lebih dengan Islamic Centre . Ya kurang lebih, tapi keindahannya jelas beda. Malam minggu di sini cukup ramai, banyak sekali yang berkunjung ke Masjid ini (buat nongkrong). Lalu, yang membedakan masjid di sini dan masjid yang ada di Samarinda adalah, di tempat wudhu (beberapa masjid yang saya singgahi) ada kotak air yang berada di dekat pintu masuk, dan saya penasaran dengan fungsi kotak yang berisi air tersebut, oh ternyata itu untuk membasuh kaki kita agar tidak terkena najis, wah ini nih yang jadi pembeda, hehehe dan saya baru menemukannya di Jawa Tengah. Nah, lalu si Mas menunggu saya di kolam depan masjid, dan ternyata dia bertemu dengan kawan lamanya juga sewaktu masih kuliah, lalu cerita-ceritalah kami, dia dan kawannya menggunakan bahasa jawa, memang sih bahasa jawa saya ngga fasih dan kaku tapi sebenarnya saya mengerti kok kalau orang ngomong pake bahasa jawa. Setelah chit-chat dan kenalan dengan kawannya tersebut, mas mengajak saya melihat keindahan lainnya, yaitu kota Semarang dari atas menara masjid Agung ini, nama menaranya hampir mirip dengan menara masjid Islamic Centre, kalau di IC namanya adalah menara Asmaul Husna, kalau di masjid ini bernama menara al-Husna, 11-12 deh. Pengunjung malam itu cukup ramai, dan saya tipe orang yang ngga suka disela, apalagi kalau ngantri panjang, wah keki deh pokoknya kalau ada orang yang begitu, lha kitanya udah ngantri masa main sela aja, dan saya pun tak sejengkalpun memberikan sela untuk orang yang mau main serobot kaye gitu, alhamdulillah diberi badan tinggi bongsor jadi bisa menghadang orang yang begitu. Hehehe. Lalu di atas sana, kita melihat pemandangan kota Semarang malam hari, juga memperhatikan kegiatan orang-orang yang lalu lalang di kota ini. Terlintas dipikirannya, “Subhanallah, Allah bisa yang memperhatikan semua kegiatan orang secara rinci dan banyak begini,” dia menggagumi kebesaran Allah, ya, betul sekali, kita jadi terlihat kecil dan ngga ada apa-apanya. Apalagi untuk mengawasi manusia di bumi, wah pastinya ngga sanggup juga untuk mengenali dan memperhatikan aktivitasnya satu per satu, tapi Allah bisa, Subhanallah. Itulah yang kita bicarakan di menara tersebut.

Setelah puas mengamati kota Semarang dari atas menara, akhirnya kami memutuskan untuk turun, dan makan malam, dia pun segera menghubungi dua sahabatnya yaitu Reza dan Erma untuk makan malam bersama, sambil menunggu kabar dari pasangan itu, kami juga berkeliling melihat keramaian daerah Pahlawan, eh saat mau sampai di tempat tujuan ban motor kami malah bocor, dan terpaksa harus mencari tukang tambal ban terlebih dahulu. Sambil menunggu bannya dibenerin, ternyata kita bertemu Reza dan Erma yang melintas jalanan itu juga, lalu terjadilah reuni di pinggir jalan. Lalu setelah itu kami pindah ke rumah makan fast food, padahal saya ngga suka diajak ke sana karena terlalu bosan dan ngga suka makan fast food yang begitu-begitu doang. Tapi untuk menghormati jadi saya ngikut aja deh. Lalu kita berbicara banyak hal juga di sana, saat itu si Mas juga menyinggung sebuah ide double wedding, eh gila seru kali ya kalau nikahannya barengan gitu, hahaha… just thought. Tapi ya moga aja dia mengajak saya ke jenjang yang lebih serius ngga ngomong thok’. Well udah tengah malam juga dan tubuh saya sudah lelah sekali karena seharian berkeliling non-stop, dia sih masih punya energi cadangan berkat tidur di kampus tadi. Gawatnya saat kembali ke penginapan, tubuh saya oleng 3x dan yang ketiga parah karena hampir jatuh, dia kalang kabut dan memaksa saya untuk terjaga jangan sampai tertidur, karena takut kenapa-kenapa. Ya salah juga sih karena sudah lewat jam istirahat. Lalu sampainya di penginapan dia pamit dan saya langsung mandi dan segera istirahat, ah sedih deh karena waktu saya di Semarang tinggal sehari lagi aja.

DAY 4

Minggu, 7 Oktober 2012

Hari ini khusus Girls Day Out, setelah 3 hari bersama dia, saya menunggu dia menjemput, dia katanya masih berkutat dengan presentasinya, hahaha karena harinya makin dekat dan makin kepepet. Akhirnya tiba juga, dan saya langsung di antar ke Paragon, di sana saya sudah janjian dengan Himma, kawan saya yang kenal lewat twitter, sebenarnya Himma ini adalah sepupu mantan saya, hehehe.. eh sekarang malah jadi temanan kita. Himma sudah menunggu saya di mal itu, dan akhirnya ketemu juga. Kami pun cipika-cipiki dan langsung mencari mau makan siang dimana. Dan kami pindah tempat, duh maaf ya Himma jadi muter-muter. Ketemu juga tempat makan, dan saya kalap. Hehehe tapi dari menikmati makan siang saya, saya mendapat ide buat usaha. Masih rencana sih.

Lalu setelah makan saya mengajak Shinta, pacarnya Dode untuk ketemuan, biar acara Minggu ini seru, alhasil Shinta mengiyakan ajakan saya, dan kami pun bermain ke acara Unissula yang lagi bikin festival gitu, ada penampilan band anak-anak kecil yang heboh, waaaaaaaaw banget deh, skillnya dapet, penguasaan panggung dapet, dan vokalisnya keren juga gayanya. Pas deh, kayenya coboy jr, lewat deh. Setelah itu kita malah memutuskan untuk nonton bareng, dan kalau udah cewek-cewek yang ngumpul langsung deh milih film romance, yup! Perahu Kertas 2, actually yang pertama aja saya belum nonton. Tapi ceritanya asik banget deh. Setelah menikmati film super romantis itu, saya rasa saya melewatkannya karena ngga nonton bareng si mas. Hehehe… lalu akhirnya si Mas sms, dia lagi melanjutkan presentasinya di kosan bang Holong, sahabatnya, lalu kami bertiga kembali lagi ke Paragon untuk mengambil kendaraan yang diparkir di sana, aku juga menunggu Mas menjemputku kembali. Setelah pamitan, kami pun kembali ke tempat masing-masing. Himma duluan pamit, lalu Shinta, tadinya kita mau makan bareng, tapi takut kemalaman. Si Mas ternyata meminta saya menemaninya menyelesaikan tugasnya dulu, sambil makan malam bareng bang Holong juga. Jadi kembalilah kita ke kosan bang Holong, menuju kosan abang itu, saya dan mas kehujanan. Hujannya cukup deras saat kita singgah ke Cipaganti untuk membeli tiket travel ke Jogja buat besok. YAK!!! Baju saya basah semuanya. Dari atas sampai sepatu kets favorit saya. Haduh mana besok sudah harus kembali dan itu sudah cukup malam. Waduuuh… jam 9 malam dengan keadaan basah begini, untungnya saja nih, si Mas itu selalu prepare hal-hal yang simple sekalipun, saya terkejut, saya memang ngga bawa baju ganti, tapi dia sudah menyiapkan semuanya buat saya, aduuuh terharu saya, baru aja saya bilang ke Shinta tentang hal itu, dia membuat saya makin terharu dengan tingkah serba adanya itu. Makasih mas… Hiks hiks… jadi inget salah satu kalimat di film Perahu Kertas yang saya tonton, “Orang yang mencintaimu akan memberikan apa yang kamu butuhkan tanpa kamu memintanya terlebih dahulu.” Huwaaaaa ngejleeeeb bener. Emang sih tanpa aku ungkapkan duluan dia itu udah tau. Bahagianya… 😀

Lalu, saya pun ganti baju, setelah itu menunggu dia yang sedang menyelesaikan presentasi, saya sendiri sibuk membaca buku yang saya beli, dan sesekali ngobrol dan ngebully-in bareng bang Holong si Mas karena iseng, hehehehe pukul 10, hujan reda, kita memutuskan mencari makan, karena lapar, bang Holong cerita, di dekat kosnya yang berada di daerah Tembalang ada cafe a la Rusia, saya pun penasaran. Dari kejauhan, tempat kami bertiga duduk, di salah satu warung nasi goreng, saya memperhatikan cafe a la Rusia yang bernama Blinnaya, begitu mau tutup, saya langsung menarik tangan mas Azam, dan mengajaknya mampir untuk melihat menu-menunya karena penasaran. Secara saya pernah dibuat ngiler sama makanan Rusia gara-gara membaca buku Bumi Cinta karya kang Abik. Ini dia beberapa foto yang berhasil saya dapatkan dari cafe kecil a la Rusia tersebut.

Nah pokoknya pas banget deh buat yang penasaran sama makanan Rusia gitu. Blinnaya sendiri untuk saat ini menyediakan snack-snack alias makanan ringan khas Rusia dan buka hanya untuk dinner, karena masih step by step nih. Yang mengelola sendiri seorang pasangan Indonesia-Rusia, yang laki Indonesia, pasangannya orang Rusia, klop deh. Sukses terus buat mereka. Setelah makan malam dan mencoba salah satu menu di cafe a la Rusia tersebut, saya, si Mas dan sahabatnya kembali lagi ke kos, dan berkutat dengan presentasinya. Saya ketiduran, sementara mereka berdua sibuk dengan tugas masing-masing, pukul 2 saya dibangunkan, dan akhirnya presentasi mas Azam kelar jugak!!! FINALLY!!!! eh tapi petualangan kita belum berakhir, setelah pamitan dengan bang Holong, kami melanjutkan petualangan kita ke warnet untuk mengirimkan file presentasi ke pembimbing si Mas, sambil mengoreksi beberapa hasil presentasi, saya main twitter dulu. Dan seterusnya hingga pukul 3 saya baru tiba di penginapan. Buset kami nyaris saya ngga dapat ijin masuk. Lalu kami pamitan, dan saya akan dijemput pagi-pagi.

LAST DAY

Senin, 8 Oktober 2012

Hari ini pesawat saya berangkat pukul 4 sore, tapi saya berangkat ke Jogja jam 10 pagi, aaaaah berat rasanya ninggalin Semarang. Pagi itu mas datang jemput saya, tiba-tiba saya nangis, aaah ini pengaruh hormon saat PMS menyerang, padahal kita bakal ketemu lagi, hahaha… kaye bakal jauh gitu deh. Saya berterimakasih kepada dia karena memberikan kejutan-kejutan saat liburan dan bener-bener petualangan gila kita berdua. Thanks a lot mas. Saya sendiri sampai di travel masih mewek, apaan deh jadi cengeng gini. Hehehe.. lalu setelah saya meninggalkan Semarang, dia langsung beberes untuk pulang ke Pekalongan. Huft, ngga berasa harus kembali ke rutinitas lagi, tapi rasanya ingin lebih lama lagi menghabiskan waktu untuk menjelajah. Ya karena yang namanya backpacker or traveling itu bagaikan candu. Terimakasih banyak buat mas Azam yang udah ngasih pengalaman luar biasanya selama di Semarang. Menjaga saya, meruwat saya, perhatiannya, dan lain-lain. 🙂

Setibanya di Jogja, ternyata pesawat saya jam 5 baru berangkat, jadi santai-santailah saya di Bandara sampai menunggu pesawat saya tiba mengantarkan saya kembali ke bumi Etam. Liburan kali ini benar-benar berkesan. 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s