Tranining Inspirational bareng ust. Felix Siauw

Hari Sabtu, 13 Oktober, tepatnya pukul 8 pagi, saya sudah berdiri manis, sendirian di FAHUTAN, tapi walau sendirian saya ngga sendiri, karena di sana sudah banyak sekali perempuan-perempuan berkerudung berwarna-warni yang menghiasi FAHUTAN di UNMUL, tidak hanya akhwat saja yang rame, ikhwan-ikhwannya pun juga sudah ramai berkumpul di depan gedung Bundar, ada acara apakah? Hari ini Samarinda kedatangan seorang yang fenomenal saat ini, beliau adalah Felix Siauw, seorang muallaf yang menulis 3 buku, alhamdulillah saya punya buku beliau tiga-tiganya. Beliau memang inspire a lots of muslim nowdays, alhamdulillah.Lewat jejaring sosial, beliau berdakwah, dan cara beliau benar-benar ajib!!! Karena beliau cukup berpengaruh, selain itu di offline, beliau ternyata kocak abis!!! Ini benar-benar mampu mengikis stigma orang tentang HTI, kebetulan beliau juga aktivis di Hizbut Tahrir, subhanallah!!! Keren sekali! Untuk mendapatkan tiket training ini sendiri ada perjuangannya loh. Menurut tanya-tanya singkat saya dengan salah satu panitianya, H-2 tiket sudah ludes!! Dan saya beruntung karena bisa mendapatkan satu tiket untuk ikut training ini. Alhamdulillah. Pada hari ini juga 200 orang ditolak masuk, awww… kasihan, ini dikarenakan terbatasnya tempat acara, semoga kedepan bisa diadakan kembali. Aamiin!!!

Baik kembali lagi ke acara training, di awal acara, ditampilkan video tentang tata cara mengikuti acara ini, lalu dibuka dengan sambutan, pembacaan ayat suci Al Quran, dan ta-daaaa masuklah ke acara inti. Pada awal acara, ustadz Felix memperkenalkan dirinya, orang-orang pasti merasa aneh karena identitasnya sebagai keturunan Tionghoa (kalau saya sih biasa aja, karena banyak teman keturunan Tionghoa yang Islam juga) dan beliau melontarkan sebuah pertanyaan, kalau dilihat dari geografis, deketan mana Arab ke China atau Arab ke Indonesia, nah kalau di sejarah emang sih dulu orang di dataran China banyak yang Islam. Contohnya idola saya, Cheng Ho. Di China sendiri, daerah Guangzhou masih berdiri masjid tertua di sana yang bernama Huaisheng yang dibangun pada tahun 651 Masehi.

Lalu setelah menceritakan itu, beliau menceritakan bisyarah Muhammad SAW, bisyarah adalah kabar gembira yang disampaikan oleh Rasulullah, intinya sih begini, sebenarnya kita itu sudah tau ujungnya bakal begini, tapi kadang kita ngga mau percaya dengan kabar gembira, apalagi yang disampaikan oleh Rasulullah. Karena bisyarah hanya terjangkau dengan iman. So, cara melihat orang sebenarnya ada 3 tipe.

  1. Melihat dengan mata, hanya sebatas pandangan saja
  2. Melihat dengan akal, melihat hal yang tak terlihat oleh mata, namun dijangkau oleh akal, nah penglihatan ini biasanya dimiliki oleh pengusaha, karena punya ide masa depan.
  3. Melihat dengan dalil, inilah penglihatan yang tak memerlukan mata maupun akal, karena hanya bisa dijangkau oleh iman, dan pastinya kalau kita mempercayainya, kita percaya dengan Allah, janjinya sob, surga loh.

Nah, terkadang orang yang melihat menggunakan dalil masih dianggap remeh, apalagi urusan agama gitu ya, ini juga membuktikan masih banyak muslim yang belum mengerti Islam, maksudnya yang mau mempelajari Islam secara kaffah/menyeluruh, termasuk saya juga sih, tapi ibu di samping saya berpesan dengan saya dengan cara berbisik-bisik, beliau bilang, “Jangan malas kita buat belajar, saya aja masih demen mendalami,” Subhanallah!!! Presentasi muslim yang mau memperjuangkan Islam sendiri masih 3% sob, 3% doang!!! Dan itu cobaannya gede banget, dicaci lah, dicap ini-itulah, padahal yang 3% dari 97% itu tadi berjuang untuk ber-Islam secara kaffah. Tapi kenapa kita memandangannya sebelah mata? Karena kita ngga mau cari tau, dijamin deh kalau kita mau cari tau, atau peduli dengan agama kita, dijamin ketagihan buat cari tau, asalkan dengan berguru pada orang yang tepat. 🙂

Tidak hanya itu, beliau menceritakan sebuah cerita yang benar-benar inspirasional sekaligus membuat saya yang berusia 22 tahun saat ini MALU!!! Malu sekali cuy! Jadi beliau menceritakan cerita yang bukan dongeng tapi ini beneran pernah terjadi kalau ngga percaya sok atuh di googling tentang Muhammad Al Fatih, nah familiar kan namanya? Beliau ini adalah seorang yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW yang nantinya akan menaklukan Konstatinopel, subhanallah!!! Beliau benar-benar menginspirasi, usianya saat menaklukkan konstatinopel itu masih 21 tahun, dan saya 22 tahun belum bisa ngasih kontribusi buat agama gue. Malu sob!!! Pesan penting dari Ustadz Felix Siauw kalau mau punya anak yang beda, jangan ceritain cerita yang salah, jangan didik anak dengan cerita yang menjurus, lo liat deh kenapa di Indonesia banyak koruptor, pencuri dll, lah ceritanya dari kecil Kancil Nyolong Timun, yang salah siapa? Petani? terus nyeritain orang yang lagi ngintip bidadari mandi, ckckckck, apalagi cerita ngelawan orang tua Malin Kundang, bah! Kenapa cerita anak negeri kita salah kaprah gini sih?? Aaaaak…dan kenapa gue baru sadar sih. Hahahahaha. Iye juga sih. Kalau MAF a.k.a Muhammad al Fatih sendiri sedari kecil sudah dicekoki cerita tentang Sirah Nabawiyah, waaaaah… ini bener-bener menginspirasi saya, moga aja generasi saya kelak bisa jadi anak yang sholeh, pinter, cerdas, dan ber-Islam secara kaffah. Aamiin!!! And yang penting juga diusia 8 tahun, MAF sudah hafidz Al Quran, 16 tahun udah menguasai 8 bahasa asing, awww…. gokil!!! dan tentunya ilmu-ilmu lainnya yang dipelajari dari 2 guru hebatnya.

Kenapa orang jaman dulu canggih-canggih, itu juga jadi pertanyaan saya, orang jaman dulu pada polymath, ternyata ada rahasianya cuy.

  • THEY BELIEVE IN SOMETHING THAT CAN’T BE SEEN BY EYES

Yup, itu kata-kata ampuhnya, kalau kita terus-terusan memikirkan dengan logika, itu ngga akan nyampe, mau pake rumusan matematika sekalipun, kalau urusan iman memang ngga akan sanggup

  • BUT TO LOOK BEYOND THE GLORY IS HARDEST PART

Yes, look beyond the glory is hardest part, tapi kita ngga boleh pesimis sama kemampuan diri kita sendiri, karena Allah SWT telah menciptkan manusia sedemikian hingga hebatnya, dengan menggunakan akal dan hikmah yang bersumber dari ajaran agama untuk menundukkan hawa nafsu dan tabiatnya, maka manusia bakal menjadi khalifah Allah di bumi sekaligus menjadi mahkluk yang mulia, Subhanallah, itu dia kuncinya. Itu juga saya kombain dari intisari yang saya baca dari seorang ahli jiwa manusia Fakhruddin al-Razi, seorang pakar dalam bidang kedokteran, logika, matematika dan fisika juga. Keren kan?? Ya, itulah kira-kira yang saya dapatkan pada hari ini, alhamdulillah bermanfaat bagi saya, dan semoga tulisan saya ini juga bisa membawa manfaat juga untuk yang membacanya. Terimakasih. Remember, sabar itu lebih penting dari perjuangan, kita masih punya PR gede untuk saudara muslim kita. 🙂

Salam!

Advertisements

7 thoughts on “Tranining Inspirational bareng ust. Felix Siauw

  1. assalamu’alaikum.wb.wb.
    selamat siang,,, maaf sebelumnya admin..
    sekedar mau bertanya,, bagaimana ya cara mengundang ustad felix siauw ya????
    karna kami teman-teman LDK dari Aceh Tengah/Takengon. NAD berkeinginan mengundang Beliau..
    jika mimin mengetahui infonya,, mhon berkenan berbagi dengan kami,.
    sukron jazakairan klatsiran.

    • Waalaikumsalam…

      coba hubungi beliau melalui twitter : @felixsiauw atau melalui email beliau di felix_siauw@yahoo.com

      Informasi dari beliau, kalau mau undang langsung saja email ke email tadi, atau tweet saja, dan tidak ada pihak ketiga seperti management, jadi untuk teman-teman LDK Aceh juga berhati-hati terhadap penipuan. Semoga bisa bermanfaat. Salaam.

  2. Subhanalloh,sungguh sngt bermanfaat bngt bgi qt sbg kaum muslim pd umumnya dan sy sbg umat Islam pd khsusnya.Shg qt jd ngrti hkekat n 7an qt hdp itu u/ apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s