Cerita Buncil

Buncil, terletak di belakang mess, adalah hasil inisiatif dari rekan sesama crew radio yang iseng-iseng menanam cabe, eh sekarang malah berkembang dan segera ditambah deh, gara-gara buncil alias kebun kecil, membuat ketagihan. Memang sih berkebun pekerjaan yang menyenangkan,  bisa dilakukan di waktu senggang, buktinya aja bisa bikin nagih kaye main harvest moon, farmville, hayday. Oppps!! Itu games kali, tapi berkebun yang ini beneran kebunnya, bukan kebun-kebunan.

 Tapi saat ini kegiatan berkebun sangat diminati banyak orang, beberapa kawan saya yang saya pantau melalui sosial media, twitter, juga suka berkebun. Dan kebanyakan dari mereka memanfaatkan berkebun dilahan yang kecil. Mundur beberapa tahun belakang, di Indonesia juga sudah punya komunitas berkebun yang bercokol di sosial media juga, berarti pemanfaatan sosial media untuk hal ini punya pengaruh juga. Good!!!

Saya sendiri memang tertarik, dan masih ingin menjadikannya sebuah hobi, pernah sih punya impian, untuk bisa training, internship program atau apalah itu sebutannya karena ditawari seorang kawan yang berasal dari Amerika untuk jadi counselor di salah satu summer camp. Nah ternyata setelah googling banyak kegiatan serupa, dan saya melirik ada beberapa farm yang mencari volunteer juga, tapi hal serupa mungkin bisa dicontoh, kalau di luar bisa punya program seperti itu, maksudnya punya program untuk mengundang pelajar, mahasiswa, anak muda untuk belajar bercocok tanam, berkebun, dan sebagainya, kenapa ngga di Indonesia yang notabenenya negara yang banyak punya potensi dibidang tersebut bisa membuat program yang serupa, karena saat ini sustainable living and farming work itu juga sangat diminati, dan ngga bisa diremehin lagi deh.

Yah mungkin budaya berkebun, bercocok tanam, dan lain sebagainya bisa dijadikan hobi baru yang bisa ditekuni. Siapa tahu kelak bisa berinovasi dibidang ini juga. Seperti membuat semacam summer camp kaye orang luar sono noh, dan bisa mengenalkan ke anak usia dini tentang bertani, berkebun, ternak dan kawan-kawannya. Yap, ini cuman cerita iseng menjelang tidur, padahal ngga bisa tidur sih, terinspirasi dari kebun kecil belakang mess. Karena memakan dari hasil kebun sendiri itu memiliki rasa yang beda. Ada kepuasan tersendiri di dalamnya. 😛

Salam cangkul!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s