Salam Sinema dan Jambore Film Pendek

Seminggu kemarin, saya berada di Cibubur untuk mengikuti Jambore Film Pendek, yak tanpa basa-basi sekaligus lepas rindu dengan blog kayenya mulai dikerumuni segerombolan laba-laba yang mau bikin sarang, mending saya mulai ceritanya.

*berdehem*

Jadi begini ceritanya, saya dan empat kawan bikin film alias teman gilak *mulai keliatan aselinya setelah menghabiskan waktu bersama* diundang untuk menghadiri Jambore Film Pendek. Seseruanlah kami di sana, di samping itu banyak sekali ilmu yang bisa diserap, ibarat kata seminggu lalu itu tidak boleh kerja sama sekali, karena kita hanya berfokus pada film.

DAY 1

Hari pertama di sana, kita berangkat pukul 03.30 pagi dan harus ngebut untuk check in karena pesawat kami jam 07.00 pagi harus take off. Alhasil dan bersyukur kita bisa check in tepat waktu, karena perut mulai berkoar-koar untuk diisi, lalu kami menyerbu salah satu cafe yang berada di pojokkan bandara, dan wifi pun berkata, hahaha… dasar. Lalu tanpa kami sadari eh tau-tau udah last call aja pesawat kita. Dan kami berempat pun lari tunggang langgang a la Amazing Race begitu deh buat ngejar shuttle bus, untung *seperti kebiasaan orang Indonesia* kami tidak ditinggal. Wuuuuussssssh…. terbang deh kita ke Jakarta. Dan setelah 2 jam perjalanan yang bikin saya gelisah karena telinga saya bermasalah bagian kiri. Efek dari berada diketinggian tapi rasanya kali ini beda, kareng nguuung-nguung dan sakit. Turun juga deh kita. Sampainya di bandara, kita bertemu dengan sineas-sineas lain yang berada dari berbagai kota di Indonesia. Horeee… rame. Diperjalanan menuju lokasi saya habiskan dengan molor. Yak belakangan predikat tukang molor melekat di saya.

Lalu peserta dikumpulkan, pembagian kamar, makan, dan hujan!!! Yak hari pertama hujan turun setelah briefing. Dan selepas maghrib kita harus berada di booth, dan dengan segenap kecepatan yang ada, booth yang kosong dalam satu jam *sebelum jam 7* harus sudah rapi. Well.. malam itu kita bertemu banyak orang termasuk bu Menteri. Dan saya berbicara juga sedikit-sedikit dengan beliau. Lalu opening ceremony di mulai. Diawali dengan pemutaran film pendek karya Leoni yang berjudul Cendol. Lalu lalu… Huwaaaa ada performance dari Endah N Rhesa, dan itu benar-benar berkesan, hehehe… duo yang epic. Lalu setelah serangkaian acara lalu kami tidur. FYI, tidur saya ngga nyenyak soalnya roommate saya yang berisi satu keluarga itu cukup bising. Errrrr……

DAY 2

Pagi itu, kepagian dan saya sudah nongkrong dengan manis berburu sarapan. Masih sepi sih, hihi jadi malu. Lalu setelah itu agak ramean, semua peserta dikumpulkan untuk menonton salah satu film lama yang berjudul “Lewat Djam Malam” karya Usmar Ismail. Film ini keren. Tetapi gara-gara film ini juga peserta juga jadi punya kata-kata yang nge-hits. Hehehe seru deh bisa menyaksikan film ini. Lalu setelah itu acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Slamet Raharjo, Marselli Sumarno, Lasja F. Susatyo dengan moderator penulis idola saya Seno Gumira Ajidarma, finally I met him on here, sayang sekali ngga sempat foto bareng. Diskusi ini membahas tentang Matinya Film Indonesia, actually para pembicara tidak setuju dengan tema ini, karena film Indonesia belumlah mati, karena tiap tahun juga masih banyak yang produksi, saya juga bertanya kepada para pembicara, cara membangkitkan kesadaran untuk menikmati film Indonesia, ya memang untuk sesuatu yang besar harus dimulai dari diri kita sendiri. Dan kitalah yang harus berusaha menciptakan “pasar” itu agar masyarakat tertarik dengan film Indonesia. Semangat mulai membara nih. Kemudian acara dilanjutkan setelah istirahat. Eh eh, di sesi kedua ini ada pelatihan Tata Kamera dan Cahaya, yang ada saya malah mengalami kantuk yang luar biasa, dari yang awalnya segar bugar, berlanjut kehilangan kesadaran, eh fokus, barang-barang yang saya pegang mulai berjatuhan. Wah ini ngga bisa lanjut, untung aja ada istirahat 15 menit, walaupun udah didoping pake kopi kalau udah yang namanya fatigue nyerang mending saya nyerah deh. Lagian cuacanya cocok buat tidur, eaaa… Dan kaburlah saya ke kamar, maaf maaf, karena ngga sanggup.

Malamnya acara dilanjutkan di booth kembali, dan kami disuguhi sejumlah film yang lolos screening, film-filmnya keren, namun beberapa saya miss alias ngga nonton karena ada pengunjung di booth kami. Setelah pemutaran film ada 8 film kalau ngga salah, dan diselingi pembahasan isi film melalui sejumlah pertanyaan dari peserta. Acara selesai pukul 11.30 malam lalu tidurrrr…..

DAY 3

Rutinitas pagi yang sedikit agak malas, karena kurang tidur akibat kebisingan, eh buseeet dah, yang dikuatirkan hari ini adalah ketiduran lagi pas workshop, menurut jadwal hari ini workshop Tata Suara, wah ngga boleh lewat nih. Sebelumnya seperti biasa abis sarapan, sarapan lagi, pake film pendek. Filmnya adalah Identitas. Yak cukup puas dengan film ini, karena cerita dibalik pembuatan film ini menunjukan kalau jadi sineas jangan cengeng. Lalu dilanjutkan dengan diskusi bersama Aria Kusumadewa selaku sutradara film Identitas, lalu ada juga Dedy Mizwar, Edward Gunawan dan moderator yang asik Panji Wibowo, acaranya jadi ngga ngantuk dan cukup hidup. Mumpung ada pak Haji, saya sengaja menyiapkan pertanyaan tentang film religi yang katanya bertema Islami tapi malah bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ya you know lah who’s that. Intinya lawan film itu dengan film juga, yep Ideologi lawan dengan ideologi, film lawan dengan film, buku lawan dengan buku. 🙂
Setelah diskusi yang berjudul kebebasan menembus batas. Acara dilanjutkan dengan workshop Tata Suara,

nah di sini bener-bener dapat ilmu, alhamdulillah ngga tepar, ya ujung-ujungnya juga kualitas suara ditentukan sama alat yang digunakan, tapi kalau mau putar otak bisa lah cari cara supaya ngga keluar banyak uang. Terus setelah workshop, malamnya diadakan pemutaran film dan diskusi kembali, kali ini saya mengikuti dari awal sampai akhir, terus tidur deh, yah begitu deh kira-kira rutinitas selama jambore.

DAY 4

Hari keempat, wheeew ngga berasa yah, tapi makin hari makin malas nampaknya, hehehe, acara pertama, pemutaran film Impian Kemarau, yang jujur saya agak kurang paham dengan filmnya, hehehe… Lalu dilanjutkan dengan diskusi panas karena membahas Peran Pemerintah Dalam Perfilman. Whoaa…. Semoga aja pemerintah kedepannya makin memperhatikan perfilman Indonesia, tapi kita juga ngga boleh pesimis dengan langkah awal yang dilakukan pemerintah. Biar gimanapun juga pemerintah memang harus menjalankan perannya dan bersinergi dengan sineas demi bangkitnya film Indonesia juga. Dan dilanjutkan dengan workshop penulisan skenario yang membahas mencari basic idea. Baru deh ngeh gimana cara nulis skenario. Malamnya dilanjutkan lagi sesi akhir pemutaran film pendek dari peserta. Film yang paling akhir karya Makassar berjudul “Mengejar Harimau” benar-benar ciamik!! Walau film tersebut ngga masuk dalam daftar screening, but IMHO filmnya benar-benar dikemas secara professional. Keren deh.

DAY 5

Pagi itu diawali pemutaran film Sang Penjahit dan Aku Ingin Kamu karya Lukman Sardi dan Asmirandah, lalu saya ijin pergi ke Markas IndonesiaTanpaJIL, malamnya karena tepar saya juga ngga ikut closing ceremony, actually i need time to enjoy the solitude, soalnya belakangan bising sekali, eh ternyata duaarrr!!! impian saya menikmati keheningan malam bubar setelah rombongan “daz gramma” datang. Doooooh!!! Malam-malam teriak-teriak dan berantem gara-gara masalah kecil, dooh yo opo sih, nenangkan anak kecil ngambek ya ngga diteriakin juga kali caranya, orang lain juga butuh istirahat uuuh memekakan telinga saya. Errrrr…. bad part ever in this event. Sakit lah kepala saya. Pengen cepat pulaaaang!!!

DAY 6

Yeah, malam sudah berganti jadi pagi, masih aja tuh bocah pundung, saya sih cuek bebek aja, lalu setelah rombongan “daz gramma” pergi baru deh eikeh mandi dan siap-siap sarapan lalu kami semua diboyong ke Bandung. Seru-seruan deh kita semua di Trans Studio, yak me and my team langsung nyerbu wahana-wahana yang ngga biasa terlebih dahulu, roller coasternya asik sihtapi kurang ngebut, terus lanjut giant swing, eh ada mual-mual udah, hehehe… yeah totally have fun, lumayan ngebayar kekesalan semalam. Setelah pulang dan istirahat sebentar, dilanjut acara perpisahan. Duh ngga berasa sudah berakhir aja nih jambore, banyak pelajaran, banyak kisah, banyak pengalaman dan lainnya yang dipetik, baru deh hari terakhir ini semua peserta akrab. Asal jangan ada cilok diantara kita, eh cinlok maksudnya. Hahahaha XD

DAY 7

PULAAAANG!!!!! Berat juga ya mau balik ke Samarinda, hehehe… karena kebersamaannya baru berasa diakhir-akhir nih. Ketemu teman baru, kenalan baru dan tentunya link baru. Well time to face the reality again, dan kejadian seru saat mendarat adalah ditinggal bis yang harusnya ngantarkan saya kembali ke tempat kerja, yaaah terpaksa harus nginap semalam di Balikpapan, dan keesokkan harinya baru kembali ke kandang, dan ta da… selamat menikmati tugas-tugas yang bertumpuk, eh tapi bisa menikmati kembali kamar saya yang sunyi cukup menenangkan juga. Sampai jumpa di jambore selanjutnya atau diwaktu akan datang, semoga kita bisa dipertemukan kembali kawan!!

SALAM SINEMA!!! Woooh!!! *tepuk tangan*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s