SXSW = Mimpi Besar

SXSW (South by South West) pertama kali dengar tahun 2009, saat awal-awal siaran di radio dan dekat sama dunia sosial media. Penasaran karena tahun-tahun segitu emang lagi getol-getolnya belajar tentang wawasan musik, khususnya indie. Nah kenal deh beberapa musisi di Indonesia yang sempat manggung di event gede-gedean di Austin, TX. Yap, The SIGIT. Itu yang meracuni saya untuk selalu tau update event yang satu ini, lalu ngga cuma The SIGIT, White Shoes and The Couple Company juga main di event ini. Nah jadilah saya agak gandrung sama event ini dan nunggu update-annya di twitter. Hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, terdengar kabar filmmaker Indonesia premiere loh di acara itu. Wiiih keren ngga tuh. Okay pindah fokus ngomongin soal film dan SXSW, di SXSW itu ngga cuman musik memang, ada blogger, ada film, dan aneka macam industri kreatif lainnya tumpah ruah di sini. Dan untuk film sendiri yang saya baca dari laman SXSW nya langsung, ngga cuman screening film doang yang diadain, dan screening filmnya juga ngga sekedar screening film, film-film tersebut disortir dan dipilih sesuai genre dan diputar di jam-jam tertentu berdasarkan genre, nah di tahun lalu film Modus Anomali masuk genre Midnighters, aaah berharap suatu saat bisa ke sana. Dan kerennya lagi nih, di sana ada interactive yang mengundang banyak pakar dari industri perfilman. Mereka ngadain

Conversation : dimana peserta bisa ketemu iconic actor, filmmaker, dan orang gila lainnya dalam sebuah diskusi bersama para jurnalis, blogger, akademik, lain-lain dan peserta juga.

Ada juga Panel, di sini ada beberapa panelis yang mengisi tentunya, siapa saja mereka? orang film tentu saja, dan dipimpin seorang moderator, ya semacam diskusi juga, di sini peserta/penonton akan dimanjakan dengan pengetahuan dari dunia media, perfilman, dan hal-hal yang menyangkut audio visual.

Workshop, sebuah bagian penting dalam segala acara, di SXSW juga ada workshopnya, ngga cuman dari aktor atau filmmaker yang mengisi, orang sosial media, sinematography, dan orang-orang yang berkecimpung di dunia perfilman dari berbagai divisi berbaur juga memberikan pengetahuan tentang dunia film. Misalnya, sound design, DOP, etc.

Ini yang jadi favorit, Mentor Session, di sini seperti sesi curhat face to face, karena peserta akan bertemu secara 4 mata dengan orang yang ingin ditanyai, misalnya saya interest di bagian Tata Suara, maka saya akan diajarin sama masternya dan sekali lagi itu one to one interaction loh. Ngebantu banget untuk karir.

Ngga lengkap kalau ngga ngomongin dunia maya, di SXSW juga menyediakan The Digital Domain, ini nih yang demen bikin web series, bisa nimba ilmu sebanyak-banyaknya dimari. Pokoknya ini bisa dibilang penunjang perfilman dalam dunia 2.0 dah. Widih itu beneran bikin ngiler banget yah, semoga aja ngga sekedar mimpi dan semoga saja suatu saat bisa main ke sana. Hihihi… Aamiin… Dan yang penting lagi kita bisa bertemu dengan banyak komunitas film dunia di acara ini. Wiiiiiii…. *ngeces*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s