Hijabku Hijabmu Sama

Disclaimer : Hanya ingin meluruskan agar tidak disetir oleh gaya hidup hedon.

Sangat disayangkan, benar-benar sangat disayangkan. Saat mengenakan hijab hanya sebagai status sosial dan gaya hidup saja. Maaf bukan maksud su’udzon, namun hanya ingin meluruskan makna hijab saja. Hijab bukan sekedar kain penutup aurat bagi wanita muslimah, bahkan hijab merupakan identitas wanita muslimah, sungguh niat Allah memuliakan wanita dengan melindunginya dengan hijab. Itulah makna cantik yang saya petik dari hijab. Memang dalam Islam tidak melarang untuk perempuan tampil cantik. Justru menyuruh untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta kecantikan. Tapi bukan berarti untuk ajang ‘pamer’. Memang hijab adalah pakaian wajib para muslimah, dan saya juga apresiasi sekali dengan itu. Namun sayang sekali kalau makna itu luntur karena hanya takut dibilang berhijab sederhana dibilang kuno. Ngga modis, dan lain sebagainya. Masalah ini bukan hanya dari jaman sekarang yang lagi marak tren hijab beraneka ragam begitu. Bagus memang proyeknya, mengajak muslimah untuk menutup aurat. Tapi mari kita maknai kembali, hijab sebagai ibadah, sebagai bukti kita tunduk kepada perintah Allah.

Yang disayangkan hanyalah cara penyampaian kepada muslimah yang belum berhijab, kita tidak boleh menjudge langsung kepada mereka, tapi rangkul, pelan-pelan beritahu, bantu buang mindset hijab hati dulu baru fisik. Etc etc, saya pun memang belumlah sempurna, dan saya masih belajar untuk tunduk kepada Allah. Lalu, jangan lah mendiskriminasi perempuan dengan kerudung yang simple, jilbab lebar, dan lain sebagainya yang dianggap ngga modis, tapi lihat, lihat isi hati dan otak mereka, sungguh saya iri dengan teman-teman saya yang berjilbab lebar, ingin rasanya segera seperti mereka, mereka memiliki otak yang cerdas, tutur bahasa lembut, bersemangat dalam syiar Islam, dan lain sebagainya. Subhanallah.

Islam mengajarkan kita agar tidak berlebihan. Apalagi tabarruj. Tampil sederhana itu juga terlihat cantik. Terus tabarruj itu apa? Tabarruj adalah perbuatan berhias atau berpakaian secara berlebih-lebihan. Seperti itu gambarannya. Apalagi kita memaksakan kehendak untuk tampil berlebihan karena ingin mengikuti trend. Dan menjudge orang yang tidak tampil berbusana atau bermake-up layaknya kelompok mereka. Na’udzubillah. Ukhty, ayo coba kita pahami kembali, apa itu hijab, kenapa Allah meminta kita berhijab, dan lain sebagainya. Alangkah lebih baik hijab yang sudah kita kenakan kita tambahkan pengetahuan tentang agama kita, daripada harus mengikuti apa maunya trend, make up apa yang cocok buat berhijab, dan lain sebagainya. Alangkah baik uang yang kita hambur-hamburkan untuk membeli keperluan berhias disumbangkan untuk orang yang kurang mampu. Atau membantu sesama.

Hijabku dan hijabmu itu sama, sama-sama sebagai identitas kita sebagai muslimah, sebagai muslimah marilah kita bersama-sama membantu, bukan saling menjatuhkan hanya karena model baju ini model baju itu. Gaya hijab begini gaya hijab begitu. Hijabku dan hijabmu sama, sama-sama bentuk tunduk dengan perintah Allah. Hijabku dan hijabmu sama, sama-sama melindungi kita. Jadi kenapa kita ngga saling menghargai dengan saudari muslimah lainnya?

Mohon maaf sekali lagi jika masih banyak kekurangan dari saya, dan postingan saya hanya berniat untuk meluruskan agar kita tidak terlalu jauh mengikuti jaman dan terjebak dalam arus hedonisme. Semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Hijabku Hijabmu Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s