Sudahkah kita ikhlas?

image

Ya, seperti gambar di atas. Seperti apakah ikhlas itu? Coba baca surat Al Ikhlas. Surat ke-112 yang terdiri dari 4 ayat ini pasti sangat mudah dihafal, atau jangan-jangan surat ini adalah surat pertama yang kita hafal sewaktu menghafal surat-surat pendek untuk bacaan sholat?

Mengapa kita sebagai muslim harus meyakini surat tersebut? Karena jawabannya identitas Islam kita ada di sana. Yaitu ikhlas menerima fitrah dari sang Pencipta dan ikhlas mengakui bahwa Allah Maha Esa. Sudahkah kita ikhlas menerimanya? Padahal sewaktu masih tinggal di alam rahim seorang ibu kita sudah menandatangani kontrak hidup kita dengan Sang Pencipta.

Mungkin adalah waktu yang tepat memposting tulisan ini, sekedar pengingat saja sesama muslim karena itu salah satu dari tugas kita. Sampaikanlah walau satu ayat. Ngga asing dong dengan kalimat pendek tersebut. Okay. Masuk ke penjelasannya yang saya kutip dari buku Asbabun Nuzul karya Dr. Muhammad Chizrin. Beliau adalah Guru Besar Tafsir dan Ilmu Quran. Ini kutipan dari buku beliau mengenai surat Al Ikhlas.

Surah ini menegaskan beberapa sifat Allah. Ayat-ayat di atas mengajarkan kepada kita untuk menghindari perangkap yang telah menjerumuskan banyak orang dalam urusan ini. Sebab, begitu banyak manusia dari zaman ke zaman yang berusaha memahami Tuhan sesuai dengan pemikiran mereka. Sifat-sifat Allah itu begitu halus, jauh dari jangkauan persepsi dan pemikiran manusia yang sangat terbatas. Langkah terbaik untuk memahami Allah adalah dengan merasakan bahwa Dia adalah “Dia”, Pribadi, Person, dan bukan hanya konsep filsafat yang abstrak. Dia adalah Tunggal dan Maha Esa, Satu-satunya yang patut kita sembah; segala benda dan makhluk yang ada di sekitar kita adalah ciptaan-Nya, takvada sesuatu pun yang dapat diperbandingkan dengan Dia. Dia adalah kekal, tiada awal dan tiada akhir; Mutlak, tak terbatas oleh ruang, waktu, atau keadaan; Dia adalah Hakikat, sementara segala sesuatu selain Dia hanyalah bayangan atau pantulan. Kita tidak boleh berpikir tentang Dia sebagai anak atau bapak, sebab sikap itu berarti melekatkan sifat-sifat hewani ke dalam konsepsi kita tentang Dia. Dia tidak sama dengan person atau benda lain yang kita kenal atau dapat kita bayangkan. Sifat-sifat dan kodrat-Nya adalah unik, satu-satu-Nya.

Allâhu Ahad meniadakan konsepsi dan gagasan tentang politeisme, suatu sistem kepercayaan kepada banyak tuhan. Sistem kepercayaan itu berlawanan dengan konsepsi kita yang benar, karena kesatuan dalam rencana serta dalam fakta kehidupan yang sangat mendasar, menunjukkan adanya kesatuan Pencipta.

Allahu al-Shamad mengandung arti “kekal” dan “mutlak”. Kata itu meliputi beberapa pengertian. Pertama, wujud yang mutlak hanya disandarkan kepada-Nya. Segala wujud yang lain hanyalah sementara atau bersyarat. Kedua, Allah tidak tergantung kepada seseorang atau pun sesuatu. Sebaliknya, semua manusia dan segala sesuatu tergantung kepada-Nya. Pengertian itu meniadakan gagasan tentang tuhan yang banyak, tuhan yang makan dan minum, bertengkar, dan berkomplot, tuhan yang bergantung pada pemberian pemujanya, dan lain-lain. Tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Tak ada apapun seperti Dia, mengandung pengertian bahwa Allah adalah pencipta yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Dialah satu-satunya penguasa alam semesta dan seluruh ciptaan-Nya. Ayat terakhir merangkum semua argumen pada ayat-ayat sebelumnya, dan sekaligus mengingatkan kita agar tidak terjebak konsep dan ajaran palsu tentang tuhan, seperti kaum anthropomorphis, yang cenderung menggambarkan Tuhan sesuai dengan pemikiran manusia.

Dapat ditarik pelajaran berharga tentang keikhlasan menerima dari kutipan di atas. Dan saya yang masih bodoh ini akan terus belajar hingga maut menjemput dan terus mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga menjadi pengingat untuk kita semua dan mensyukuri nikmat fitrah dari Allah dengan ikhlas menerimanya dan mau mempelajarinya sesuai dengan ajaran yang sudah ada bukan mengada-ada. Semoga Allah terus merahmati kita dengan senantiasa berada di jalan yang lurus sesuai petunjuk-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s